FAJAR DAN SENJA BASAH
Suasana
pagi di hari- hari sekolah memang punya keindahan tersendiri.
Sejuk
dan damainya membawa ketenangan dan kebahagiaan
Bagiku,
bagimu, dan bagi semua orang.
Tiap-tiap
jiwa mengharapkan keburuntungannya
terjadi disaat ia memulai aktifitas.
Menghirup
udara, menyapa mentari, atau merayu embun yang bergelantungan agar ia tak
segera lenyap oleh sapaan sang fajar.
Aku pun
juga ingin memiliki...
Menjadi
salah satu dari sekian juta orang yang bahagia tiap kali mentari datang menyapa
hari
Meski
aku hanya sebuah bayangan senja, namun aku juga berharap selalu memperoleh
keberuntungan itu.
Bukan
hanya pagi ini, esok, lusa, bahkan tiap hari
Selagi Tuhan
masih menyediakan nafas untukku.
Harap
itu adalah memperoleh keberuntungan untuk mendapat setumpuk ilmu bekal esokku,
dan memperoleh senyumanmu di tiap pagiku.
Sesak
berusaha kuhapus dari kamusku
Asal
Tuhan izinkan aku tuk mengagumimu, sudah hilangkan sesak itu dengan sendirinya.
Memperoleh
senyuman saja telah mampu merubah duniaku, apalagi sapaanmu?
Aku tau,
kau tak pernah menyadari bahwa hadirnya engkau dari pandangan ini merupakan
satu dari berjuta keberuntunganku.
Meski
sekelebat,meski tak nyata, meski dari kejauhan, meski kau tak pernah peduli.
Aku
beerusaha mengetahui apapun tentangmu
Riil atau
tidak, aku selalu mengharapkan kau datang di tiap bel sekolah berbunyi.
Dan rasa
puas itu datang dengan sendirinya, disaat bel pulang berbunyi.
Puas karena
aku belajar baik hari ini...
Dan puas
karena ku bisa melihat mu di balik bayangan senja ini.
Dan
lagi... aku selalu bercerita,
dan
menuliskan keberuntungan apa saja yang ku peroleh hari ini.
Bukan
bercerita dengan orang lain, tapi bencerita dengan bunga-bunga indah, pepohonan,
rerumputan, dan ilalang di sepanjang jalan.
Bahkan
aku juga kerap kali bercerita dengan mentari yang terik.
Meski mereka
membisu, aku berusaha memahami mereka.
Menganggap
bahwa ceritaku menarik bagi mereka.
Menganggap
bahwa mereka menyimak celotehku dengan baik.
Tersenyum...
seringkali
Menangis
jika itu kisah yang menyedihkan..
Dan
kadang tertawa, kala kuanggap cerita itu konyol...
Kau tau
apa yang ku ceritakan pada mereka?
Aku
berkisah
Tentang
tulisan fiksi ku yang tak pernah menemukan ending,
Tentang
catatan kecilku yang penuh tulisan tentangmu,
Tentang kisah
hidupku yang rumit,
Tentang mimipi-mimpiku,
Khayalan anehku, target-target yang kupasang di dinding kamar...
Dan....
Tentang
kamu yang tak pernah melihat bayanganku disini
Bayangan
dibalik cermin yang tak pernah tersentuh oleh duniamu...
Di senja
yang basah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar