Essai
BAHASA
DAERAH SEBAGAI ASET BERHARGA
Bahasa
merupakan sesuatu yang sangat vital dalam kehidupan. Terutama untuk
bersosialisasi antar sesama, baik kerabat, teman atau orang yang baru kita
kenal. Tapi pada intinya, bahasa adalah karakteristik bagi penggunanya. Betapa
tidak, orang lain bisa mengenal kita dari bahasa yang disampaikan. Semakin baik
bahasa bahasa yang digunakan, maka semakin baik pula penilaian orang lain
terhadap kita. Dan sebaliknya, semakin buruk bahasa yang digunakan dalam
bersosialisasi kepada lawan bicara, maka semakin buruk pula penilaian orang
lain terhadap kita.
Lalu
bagaimana dengan banyaknya bahasa yang dimiliki oleh negeri ini. Sekitar 1.128
suku di Indonesia dan setiap sukunya memiliki bahasa daerahnya masing-masing.
Ini merupakan kekayaan yang tidak dimiliki oleh negara lain.
Tapi kenyataannya,kekayaan ini semakin lama
semakin berkurang,karena semakin minimnya pengguna bahasa daerah di negeri ini.
Orang tua terasa enggan mengenalkan bahasa daerah kepada anak-anaknya. Mereka
menganggap penggunaan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari, dapat
mengurangi rasa pecaya diri ketika bersosialisasi dan menganggapnya kurang
modis jika digunakan dalam berdialog kepada lawan bicara.
Akibatnya
generasi muda merasa asing dengan bahasa daerahnya sendiri. Banyak dari mereka
mengaku suku Jawa, Padang, Sunda dan lain sebagainya, tapi tidak mengenali
bahasa daerah dari suku-suku tersebut. Padahal, negara sangat menghormati dan
memelihara bahasa daerah sebagai kebudayaan nasional bagi bangsa ini. Lalu
bagaimana jika yang menggunakan bahasa daerah hanya generasi tua yang dianggap
sesepuh saja. Untuk saat ini mungkin masih 65% pengguna bahasa daerah. Tapi
kita tidak tahu apa yang akan terjadi 30 atau 50 tahun yang akan datang.
Mungkin penggunanya hanya tinggal 5% nya saja. Dan mirisnya jika bahasa daerah
hanya tinggal cerita di museum nasional.
Bagaimana pemecahan dari masalah ini?
Menurut saya,
hal pertama yang harus dilakukan adalah dari aspek intern yakni orangtua.
Orangtua seharusnya lebih menekankan penggunaan bahasa daerah kepada anaknya,
Tidak perlu khawatir jika nantinya anak tidak bisa bersosialisasi menggunakan
bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Melalui pendidikan formal dan Sosialisasi
dengan lingkungan sekitar yang berbeda suku, maka akan melatih anak dengan
sendirinya untuk menggunakan bahasa Indonesia dengan baik.
Kedua, pemerintah daerah sebaiknya
menyediakan lembaga pembelajaran bahasa daerah untuk masyarakat umum. Dan menetapkan
aturan penggunaan bahasa daerah dalam kurun waktu tertentu per pekannya. Dan
menyediakan sanksi bagi siapapun yang melaggar kebijakan.
Langkah-langkah
ini tentunya sulit untuk di realisasikan, tapi dengan kerjasama yang baik
antara pemerintah daerah dan masyarakat maka akan tercapai tujuan bersama yakni
melestarikan bahasa daerah sebagai kekayaan dan aset berharga bangsa.