Dari : Situs Alfi

Jumat, 20 September 2013

Flashback kedalam cerita AZFASYALNIZA


Awalnya aku tidak sengaja mengotak-atik file lawas tahun 2009-2011an
Ada rangkaiankata unik disana.
“AzFaSyaLNiZa”.Kata itu ditulis dengan tinta hitam dan huruf latin yang sangat rapi.
Tidak butuh waktu lama untuk mengingat akronim apa yang tercetak disana.
AZFASYALNIZA
Azka Alfianajwa => Yessi Aprilia
Fath Az zukhruf => Nur Maya Dewi
Syanisatus Syariroh => Khanifah
Latifah Saffanah => Siti Mujiatun
Nisa’ul Habibah => Nur Kholifah
Zakia Nur Mala => Siti Nur Amanah
Kepalaku langsung berdenyut pelan. Tiba-tiba rasa kangen yang begitu lama terpendam ingin segera tumpah ruah seluruhnya. Saya rindu kalian, rindu pada eratnya persahabatan kita dulu. Kita pernah dipertemukan dalam satu naungan penjara suci. Dengan paras yangsama-sama lugu. Dengan sikap yang agak canggung karena baru saling mengenal. Kitamulai dekat satu sama lain. Lambat laun.. persahabatan yang begitu indah membuat kita merasa bersaudara. Meski dalam cerita, sang tokoh seringkali menyakititokoh-tokoh lain. Tapi kalian selalu membuka tangan dengan penuh pengertian. Akulah tokoh itu, masih aku ingat betul beberapa masalah yang menghampiriku. Dan hatikalian merasa marah dan kecewa terhadapku. Tapi jauh setelah itu, kaliansiapkan seribu maaf yang tulus untukku. Seperti ada yang lain dibinar mata kalian.. binar mata yang seolah berseri tanpa henti.
Kita tak pernah melewatkan masa-masa sulit menjadi santri sendirian.
Sebab itumengapa aku begitu menikmati saat-saat itu. Kita selalu bercerita setiap waktu,bercanda dikala bertemu, atau mengobral lelucon hingga gelak tawa pecahditengah hari-hari yang kering. Menghabiskan waktu senggang didepan majelis putri adalah idola kita. Haha..
Kalian ingat,di atas kayu tebangan depan majelis putri itu? Itu loh.. yang dekat rumah bukhoiriyyah? Ingat kan? Kita sering menghabiskan waktu disana..
Menghafal setoransurat pendek sambil ngabuburit, sing a song sampe pegel, atau makan snack dan jajanan dari koperasi yayasan bareng bareng.
Kita juga sering bersenandung.. bermimpi.. bercita-cita.. atau menghayal walaupun tersasesak kalo udah sadar bahwa kita masih ditempat semula. Alias enggak pergikemana-mana seperti dalam khayalan kita. Kita punya catatan manis yang tidakboleh terlupakan!
Kita pernah tertawa terbahak-bahak sampe sakit perut oleh lelucon khanifah yang konyol. Wajahnya yang polos dan aneh begitu kontras dengan sifatnya yang kocak. Dia juga peserta paling heboh menanggapi artis-artis luar negeri yang waktu itu lagi buming diIndonesia. Seperti lee min ho, justin bieber, de el el. Ya kan hani? Hayoongaku..
Diantara kita ber-6, khanifah itu yang sifatnya paling kekanakan. Tapi kadangdia juga bijak. Terbukti dengan pidatonya yang bagus saat muhadhoroh atau lombapidato.

Lalu dilainwaktu tanpa sadar kita sering ngerumpiin kisah cinta Siti Nur Amanah yangseperti ROMEO dan JULIET. Dia sering cerita kalau dia waktu itu lagi naksirdengan salah satu santri putra. Hemm.. so sweet. Atau kita seringkali bersorakria saat kiriman dari orangtua amanah datang. Bisa panen makanan enak terus selamastok dilemari belu habis. Ada beberapa makanan yang paling aku suka dari sekian koleksinya dilemari. SINGKONG GORENG DAN KERIPIK SINGKONG. Haha.. cemilan itucukup membuat goyangan lidah yang asyik saat itu.
Atau sambil mengisi waktu luang, kita sering karokean gak jelas tuh. Pelopornya siapa lagi kalau bukan aku dan Nur Kholifah. Dia personel paling jago kalau masalah memainkan alat musik. Ketemu benda apa saja akan menjadi alunan musik yangmerdu di dengar.
Aku palingsuka melihat dia menepuk-nepuk roknya yang terbuat dari katun atau bahan apasaja. Suara yang di hasilkan sama indahnya seperti tepukan gendang. Dari kitaber-6, dia juga satu-satunya yang masak sendiri di dapur umum buat ngisi perut.Tidak seperti aku dan yang lainnya kecuali mujiatun. Jadi wal hasil, dialahsasaran empuk kami kalo mau masak mie instan atan bikin petis.
Saat menjelang magrib atau selepas isya. Siap-siap nih jadi pendengar yang baik. Karena SitiMujiatun akan siap dengan cerita horornya yang membuat khanifah parno. Mujiatunsangat ahli menceritakan pengalaman2nya pbertemu penampakan yang aneh2. Kalo sudahbegitu, sudah bisa dipastikan khanifah akan sibuk bersembunyi dibalik punggung kamiber-5. Atau menyiapkan penutup telinga agar tidak mendengar serunya cerita Mujiatun.. kalau si Khanifah kebetulan tidak sengaja mendengar.. siap-siap tuhkena radang telinga karena jeritannya yang melengking. Tapi kadang-kadang,tidak hanya cerita horor aja yang sering Mujiatun bawa. Cerita sedihnya juga sering… akibat dia sering di diskriminasi tuh sama orangtuanya menyebabkan kamisedih bareng-bareng. Intinya si Mujiatun ini hobinya cerita teruus. Ya kan tun?
Terus adaNur Maya Dewi yang seringkali bersikap datar. Dia juga lebih pendiaam diantarakita. Tapi jangan salah, dialah orang yang paling perhatian kalau diantara kitaada yang sakit. Aku ingin tertawa kalau melihatnya gupek mencari obat. Lucu sekali..
Dia jugabersikap lebih dewasa, padahal usianya lebih muda dari aku yang agak kekanakan.Pendapatnya seringkali menjadi petuah bagiku. Dia sosok yang bisa membuat tenang. Wajahnya anggun. Aku suka sekali melihat lesung pipitnya yang kecilsaat dia tersenyum. Maniiis sekali..
Sedang aku..?sebenarnya aku tidak begitu piawai menilai diriku sendiri..
Takut adariya’ dan sombong.
Hemm..seringkali dipanggil Azka oleh mereka. Terlebih Fath Az zukhruf. Jika diingat2, diantara kita ber-6 akulah yang paling bermasalah. Benar kan?
Aku jugayang paling hobi dengan hal-hal yang berbau seni dan sastra.
Seringkali akumembuatkan kalian kata-kata, puisi, pantun atau sejenisnya. Menggambar dan membuat grafiti seringakali aku lakukan jika diantara kalian ada yang menyodorkan buku tulis dan pensilnya. Aku juga personel yang paling cengeng. Apalagi jikasoal ayah dan ayah. Karena diantara kalian, ayahku lah yang tidak dapat menemani anaknya lebih lama.
Heemmmph..
Kenangan seperti itu terjadi beberapa musim lalu. Kini kita terpisah sedemikian jauhnya. Kalian masihada disana. Sedang aku terlempar jauh ditempatku yang sekarang. Kita berpisah sudah dua tahun lebih..
Namun kebersamaanyang penah kita lewati seperti terpatri kuat dalam ingatanku.
Aku dan kalian.. banyak cerita.
Aku juga masih ingat dengan sebiji peren kiss yang diremuk hingga hancur. Lalu kita membaginya menjadi enam bagian agar kita bisa merasakan semua.
Aku tak akan bisa menghitung berapa banyak peristiwa manis yang telah berlalu. Dan kinicukup bermuseum di catatan kecilku.
Aku dankalian..
Aku bangga pernah barsama kalian
#AZFASYALNIZA^_^

Dalam hujan

Dalam hujan..
biarkan rindu mengerang dalam kesakitannya
dalam hujan..
biarkan rindu menari-nari
dalam hujan..
biarkan rindu menyudahi kuyup lelahnya menanti perjumpaan
dalam hujan..
berikan rindu ruang untuk menyesak kesepian
~sekian~

Sabtu, 14 September 2013

sajak


BUKAN KISAH ROMAN

Saat kemuning senja tak lagi terpancar di ujung cakrawala
Saat itu pula mata tak lagi bisa terpejam...
Senyap nya pun tak lagi terasa tenang
Seharusnya aku tidak begitu
Tapi harus kusadari dari awal
Hatiku memang sekeras batu dalam hal ini
Aku memang buta dalam menerawang tulusnya cinta
Apalah itu.. seharusnya kau mengajariku!!
Bukan malah pergi bersama hembusan angin
Kau yang telah memaksaku untuk melakukan hal ini.
Tapi alhasil ini menyakitkan!!!
Disaat aku benar-benar kehilangan separuh jiwaku..
Ironis bukan..
Baru pertama kali aku mencoba bersahabat dengan indahnya style cinta
Namun kau lansung menderaku dengan tangis yang menyayat
Kau tak tahu..
Sekian gulita kuhadapi dengan tetes duka
Hingga puncak peradaban aku berikrar
Hei kau!!
Iya kau yang pernah hadir untukku
Aku datang untuk sekedar berucap satu hal
Luka ini akan selalu membekas dihatiku
Akan terpahat dijutaan batu karang selautan
Tak kan hilang begitu saja
Lepas.. lenyap..tanpa jejak
Karena ia turut serta menguliti seluruh panca indra yang ada.
Siapa yang harus disalahkan, aku kah? Atau kau kah?
Membisu dikesunyian yang sarat
Meringkuk dalam sejuta keegoisan yang membelenggu
Kau tak mampu ucapkan satu kata pun
Saat aku tanya mengapa kau pergi.
Dengarlah... ini bukan sekedar legenda atau kisah roman
Ini adalah isi hati yang sekian lama membuat sesak
Ku harap kau mau mengerti dan mulai menyadari

sajak

FAJAR DAN SENJA BASAH
Suasana pagi di hari- hari sekolah memang punya keindahan tersendiri.
Sejuk dan damainya membawa ketenangan dan kebahagiaan
Bagiku, bagimu, dan bagi semua orang.
Tiap-tiap jiwa mengharapkan keburuntungannya  terjadi disaat ia memulai aktifitas.
Menghirup udara, menyapa mentari, atau merayu embun yang bergelantungan agar ia tak segera lenyap oleh sapaan sang fajar.
Aku pun juga ingin memiliki...
Menjadi salah satu dari sekian juta orang yang bahagia tiap kali mentari datang menyapa hari
Meski aku hanya sebuah bayangan senja, namun aku juga berharap selalu memperoleh keberuntungan itu.
Bukan hanya pagi ini, esok, lusa, bahkan tiap hari
Selagi Tuhan masih menyediakan nafas untukku.
Harap itu adalah memperoleh keberuntungan untuk mendapat setumpuk ilmu bekal esokku, dan memperoleh senyumanmu di tiap pagiku.
Sesak berusaha kuhapus dari kamusku
Asal Tuhan izinkan aku tuk mengagumimu, sudah hilangkan sesak itu dengan sendirinya.
Memperoleh senyuman saja telah mampu merubah duniaku, apalagi sapaanmu?
Aku tau, kau tak pernah menyadari bahwa hadirnya engkau dari pandangan ini merupakan satu dari berjuta keberuntunganku.
Meski sekelebat,meski tak nyata, meski dari kejauhan, meski kau tak pernah peduli.
Aku beerusaha mengetahui apapun tentangmu
Riil atau tidak, aku selalu mengharapkan kau datang di tiap bel sekolah berbunyi.
Dan rasa puas itu datang dengan sendirinya, disaat bel  pulang berbunyi.
Puas karena aku belajar baik hari ini...
Dan puas karena ku bisa melihat mu di balik bayangan senja ini.
Dan lagi... aku selalu bercerita,
dan menuliskan keberuntungan apa saja yang ku peroleh hari ini.
Bukan bercerita dengan orang lain, tapi bencerita dengan bunga-bunga indah, pepohonan, rerumputan, dan ilalang di sepanjang jalan.
Bahkan aku juga kerap kali bercerita dengan mentari yang terik.
Meski mereka membisu, aku berusaha memahami mereka.
Menganggap bahwa ceritaku menarik bagi mereka.
Menganggap bahwa mereka menyimak celotehku dengan baik.
Tersenyum... seringkali
Menangis jika itu kisah yang menyedihkan..
Dan kadang tertawa, kala kuanggap cerita itu konyol...
Kau tau apa yang ku ceritakan pada mereka?
Aku berkisah
Tentang tulisan fiksi ku yang tak pernah menemukan ending,
Tentang catatan kecilku yang penuh tulisan tentangmu,
Tentang kisah hidupku yang rumit,
Tentang mimipi-mimpiku, Khayalan anehku, target-target yang kupasang di dinding kamar...
Dan....
Tentang kamu yang tak pernah melihat bayanganku disini
Bayangan dibalik cermin yang tak pernah tersentuh oleh duniamu...
Di senja yang basah